Mengapa Terjadi Krisis Air Bersih?

8 Apr

“Bismillahirrohmanirrohim, Semoga dapat menambah khazanah pengetahuan teman-teman pembaca”

~~

Setiap kehidupan, mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan. Dalam menjalani proses tersebut dibutuhkan suatu sumber kehidupan. Air adalah sumber kehidupan. Contohnya dalam kehidupan manusia. Tubuh manusia memerlukan air. Sekitar 50-78% tubuh manusia mengandung air. Air juga dimanfaatkan untuk mandi, mencuci, atau keperluan yang lain. Begitu penting peranan air dalam kehidupan.

Di Bumi, perbandingan antara daratan dengan perairan itu sangat signifikan. 30% bumi adalah daratan, dan 70%-nya adalah perairan. Jadi, bisa dikatakan sumber daya air di bumi begitu melimpah. Namun, bukan berarti kesemua air yang ada di bumi tersebut bisa dimanfaatkan secara langsung.

lala

Tabel Kuantitas Air

Sebanyak 97,3% air di bumi adalah air laut. 2,7% sisanya adalah air tawar. Dari 2,7% air tawar, 2,1% adalah berupa es/glacier. Air yang biasa kita manfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari adalah air tanah. Namun, jumlahnya sangat kecil, yakni berkisar 0,6% dari total jumlah air di dunia.

 

Siklus Hidrologi

Air mengalami suatu siklus, yang disebut siklus hidrologi. Sederhananya, terdapat tiga tahap siklus hidrologi.

  1. Presipitasi (Hujan)
  2. Evaporasi (Penguapan)
  3. Run Off (Limpasan)
siklus-air-dan-tahapan-lengkap

Siklus Hidrologi

Gambar: Gambaran Siklus Hidrologi.

alal

Tabel Keberadaan Air

Jika kita lihat di tabel, jumlah air dalam presipitasi dan evaporasi itu sama. Jadi, bisa dikatakan jumlah air itu konstan. Jumlahnya tetap, tidak berkurang dan tidak bertambah. Sama seperti sifat mutlak energi yang tidak dapat berkurang maupun bertambah, melainkan hanya berubah wujud. Air juga begitu, jumlah air itu konstan, akan tetapi, terkadang di wilayah tertentu mengalami kekurangan air, namun di wilayah yang lain air begitu melimpah ruah.

Lalu, Jika air itu berkurang, jumlahnya tetap, lalu mengapa masih terjadi krisis air?

 

Penyebab Krisis Air.

  1. Perilaku Boros Air

Sudah sangat jelas, perilaku boros air menyebabkan krisis air. Lupa menutup keran, membiarkan air meluap begitu saja, berlebihan menggunakan air saat mandi, mencuci, dan lain-lain merupakan perilaku boros air. Kebanyakan orang berpikir bahwa air itu gratis atau murah. Sehingga menimbulkan pemikiran bahwa air itu adalah sesuatu yang melimpah dan kurang berharga.

  1. Pertambahan jumlah penduduk.

Pada tahun 2010, penduduk Indonesia berjumlah 237,6 juta jiwa. Pada Tahun 2013, penduduk Indonesia bertambah menjadi 249,9 juta jiwa. Selisih tiga tahun, jumlah penduduk Indonesia bertambah sekitar 12,3 juta jiwa. Jika diasumsikan seseorang menggunakan air sebanyak 300 ltr/hari untuk semua aktivitasnya, maka kebutuhan air untuk seluruh penduduk Indonesia bertambah sekitar 3,69 Miliar liter/ Hari. Sementara, air itu konstan, tidak bertambah.

  1. Tekanan Lingkungan dan Perilaku Konsumtif dari Industri dan Pertanian.

Bertambahnya jumlah penduduk, maka bertambah pula jumlah industri dan jasa serta tak lupa juga sektor pertanian. Mengapa dikatakan perilaku konsumtif dan juga tekanan lingkungan?

~

Contoh kasus:

Suatu industri pembangkit listrik biasanya terletak di dekat sumber air, baik itu sungai, danau, maupun laut. Mengapa? Karena setiap harinya, pembangkit listrik itu membutuhkan sekiranya ratusan ribu liter air untuk dimasukkan ke dalam sistem pendingin mesin dan selanjutnya digunakan untuk mendinginkan mesin yang terus menerus beroperasi sepanjang waktu.

Air yang telah digunakan untuk mendinginkan mesin mau tidak mau akan dimasukkan kembali ke badan air dalam bentuk limbah. Limbah air tersebut biasa disebut limbah bahang/air panas. Terjadilah suatu polusi lingkungan, yang disebut polusi thermal yang dapat merusak badan air maupun organisme-organisme yang berada di dalam badan air. Polusi inilah yang dapat menyebabkan air dari badan air tersebut tidak layak untuk dikonsumsi.

  1. Intrusi Air Laut.

Intrusi air laut adalah masuknya air laut ke dalam tanah untuk menggantikan posisi air tanah. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal antara lain; Rusaknya kawasan konservasi pesisir sehingga menyebabkan minimnya penghalang/pembatas antara kawasan laut dengan daratan; Pemanfaatan air tanah yang berlebih sehingga menyebabkan adanya ruang kosong di dalam tanah sehingga dapat membuat air laut mengisi ruang tersebut; serta dapat juga terjadi jika permukaan muara air sungai lebih rendah dari permukaan air laut sehingga dapat menyebabkan air laut masuk ke badan sungai saat pasang.

  1. Kerusakan Sumber Daya Air

1. Sungai

Pada umumnya kerusakan sungai diakibatkan oleh pencemaran limbah industri maupun limbah domestik. Jika sungai sudah mengalami kerusakan, maka air sungai sudah tidak layak untuk dikonsumsi.

2. Danau

Danau dapat terjangkit suatu “penyakit”. “Penyakit” yang biasanya diderita oleh danau adalah pendangkalan dan eutrofikasi. Pendangkalan dan eutrofikasi pada danau pada umumnya disebabkan karena adanya kegiatan pertanian maupun peternakan di sekitar danau. Erosi pada pinggir danau dapat menimbulkan pendangkalan. Eutrofikasi adalah penyuburan pada wilayah danau. Senyawa utama yang mengakibatkan eutrofikasi adalah Phospat. Phospat biasanya berasal dari limbah domestik, pupuk pertanian, maupun dari limbah perikanan (sisa makanan ikan, dsb). Hal ini menyebabkan air menjadi terlalu subur, lalu tumbuhlah berbagai tanaman air dengan pesat. Tumbuhan tersebut dapat menutup permukaan danau. Tumbuhan memiliki daya volatile/volatilitas/menguapkan air. Akibat pesatnya jumlah tumbuhan serta terjadinya pendangkalan danau, pada akhirnya akan menyebabkan berkurangnya kuantitas/jumlah air dalam danau.

6999598154_f284407cb9_b

Pendangkalan Danau Mawang, Kab. Gowa

Gambar: Danau Mawang, Kab. Gowa. Salah Satu Danau Yang Mengalami

               Pendangkalan dan Eutrofikasi

3. Cekungan Air Tanah (CAT)

Akibat eksploitasi air tanah yang berlebihan, maka dapat menyebabkan rusaknya cekungan air tanah. Hal ini dapat berdampak terhadap siklus air tanah, kualitas, maupun kuantitas air tanah.

 

Land Subsidence/Penurunan Muka Tanah.

Sangat banyak manusia yang menggunakan air tanah. Hampir setiap rumah, memiliki sumur bor. Air tanah dieksploitasi secara terus-menerus. Akibatnya, timbulah ruang kosong di dalam tanah. Tanah di lapisan atas menurun ke bawah mengisi ruang-ruang kosong tersebut karena beban diatasnya. Hal ini menyebabkan permukaan tanah menurun. Faktanya yang paling signifikan adalah penurunan level muka tanah di wilayah perkebunan San Joaquin Valley, California, US. Dari kurun waktu 50 tahun, dari tahun 1925-1977, permukaan tanahnya menurun hingga 9 meter.

land-subsidence-poland-calif

Land Subsidence

Gambar: Penurunan Muka Tanah di San Joaquin Valley, California

  1. Distribusi Air Kurang Merata

Cakupan pelayanan air di Indonesia masih rendah. Pada tahun 2008, wilayah perkotaan hanya 47% wilayahnya yang dijamah oleh layanan PDAM. Di pedesaan hanya sekitar 12% yang mendapatkan layanan distribusi air bersih. Selain itu, adanya pula kesulitan dalam pendanaan untuk pengembangan dan operasional jaringan distribusi karena rendahnya tarif dan beban utang. Tingkat kehilangan air juga tinggi (33%) serta tekanan air di jaringan distribusi masih rendah, sehingga walaupun di suatu wilayah terdapat suatu jaingan distribusi, akibat tekanan air di jaringan pusat rendah, air pun tidak sampai menjangkau wilayah tersebut (Prof. Mary Selintung, dalam bukunya; Pengenalan SPAM).

  1. Pengelolaan Air yang Kurang Maksimal

Perubahan iklim membuat kita sulit untuk memprediksi cuaca. Ketika panas, temperatur sangat tinggi, bahkan dapat mencapai suhu ekstrim. Begitupun sebaliknya. Ketika Hujan, sangat deras. Air melimpah ruah. Banjir dimana-mana. Namun, air banjir ini tidak dapat kita kelola. Air ini melimpas ke laut begitu saja. Hal ini disebabkan karena sistem pengelolaan (drainase) yang buruk.

“Ketika hujan, aliran limpasan yang dapat dimanfaatkan hanya 25% saja. Tiga perempat lainnya terbuang percuma ke laut” (Sjarief dan Koedati, 2005)

~~

Dari sekian penyebab masalah krisis air, tentu ada solusi untuk menangani, maupun untuk mencegahnya. Solusi tersebut menurut penulis secara garis besar ada tiga. Yaitu melalui optimasi penyaluran air bersih, optimasi pasokan air bersih, dan optimasi penyimpanan air bersih.

  1. Optimasi Penyaluran Air Bersih

Hal ini dimaksudkan, agar semua lapisan penduduk dapat menikmati air bersih. Penduduk pelosok tidak lagi mengeluarkan tenaga maupun biaya tambahan untuk mendapatkan air bersih. Memperbanyak IPA (Instalasi Pengolahan Air) agar bisa menjangkau wilayah pelosok maupun wilayah yang belum terjamah oleh layanan air bersih.

  1. Optimasi Pasokan Air Bersih

Untuk dapat kita manfaatkan, air harus memenuhi tiga syarat;

  • Kualitas

Sumber daya air tersebut harus bebas dari bahan pencemar, atau memenuhi standar baku mutu untuk dapat dikonsumsi airnya

  • Kuantitas

Sumber daya air tersebut mengandung/memiliki potensi air yang dapat mewadahi banyak orang untuk dikonsumsi

  • Kontinuitas

Sumber daya air tersebut harus tetap ada/konsisten keberadaannya dan bisa dimanfaatkan airnya secara terus menerus/berkesinambungan.

Oleh karena itu, kita harus menjaga keberlangsungan sumber daya air agar dapat kita manfaatkan potensi airnya. Jangan membuang sampah sembarangan ke badan sungai. Untuk industri, air limbah harus melewati Unit Water Treatment dan limbahnya harus memenuhi standar baku mutu sebelum dibuang ke badan sungai/laut/danau.

  1. Optimasi Penyimpanan Air Bersih
  • Hemat air. Save Water, Save
  • Membangun Ruang Terbuka Hijau (RTH)

RTH selain berperan sebagai reduktor pencemaran udara, juga berfungsi sebagai lahan resapan air. Jadi, keberadaan RTH sangatlah penting. Mengingat RTH Publik Kota Makassar yang begitu minim, maka kita sebagai penduduk Kota Makassar seyogiyanya menambah jumlah RTH privat. Sisakan lahan sebanyak 10% saja dari luas total lahan rumah untuk dijadikan RTH maupun lahan resapan.

  • Rainfall dan Run Off Harvesting

Rainfall Harvesting dapat dilakukan dengan membuat Sistem Pemanenan Air Hujan (SPAH). Air hujan kita tamping dalam suatu wadah, untuk dimanfaatkan ketika tidak terjadi hujan.

Run Off Harvesting

Dengan membuat biopori/lubang resapan. Hal ini dimaksudkan agar air hujan tidak melimpas percuma. Dengan membuat biopori, sama halnya dengan kita menabung air di dalam tanah, untuk dimanfaatkan di kemudian hari.

  • Merancang Sistem Drainase yang Baik.

Agar saat hujan air tidak melimpas percuma, maka sepatutnya kita membangun suatu sistem drainase yang baik. Dimana air yang melimpas ketika hujan melewati berbagai tahap dari sistem drainase, yang pada akhirnya terkumpul di suatu wilayah rendah/danau/waduk buatan. Waduk buatan untuk menampung limpasan banjir ini biasa disebut waduk tunggu. Saat ini Makassar hanya mempunyai satu waduk tunggu. Danau Borong itulah yang merupakan satu-satunya waduk tunggu di Kota Makassar. Rencana akan dibangun empat lagi waduk tunggu yang bertempat di wilayah yang menjadi langganan banjir, yaitu; Kecamatan Tamalanrea, Pacerakkang, Manggala, dan Moncongloe

  • Membangun Sistem Manajemen Pengelolaan Air Terpadu

Dapat diwujudkan dengan membangun bendungan. Banyak persoalan mengenai air terjadi karena kurang baiknya manajemen pengelolaan sumber daya air.Untuk mengatasi hal tersebut, maka dibangunlah suatu bendungan. Fungsi utamanya adalah menampung air ketika berlebihan, dan dipergunakan untuk musim kemarau. Bendungan Bili-bili.

Pada tahun 70-80an, banjir selalu melanda kawasan hilir Sungai Jeneberang di Kota Makassar. Air melimpah, tapi hanya menjadi banjir saja, menjadi bencana. Bendungan Bili-bili dibangun untuk mengatasi hal tersebut. Selain itu, Bendungan Bili-bili adalah bendungan serba guna. Dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Melalui suatu sistem terpadu, kita dapat mengatur berapa jumlah air yang diperlukan untuk keperluan air minum, keperluan irigasi, keperluan listrik, maupun air yang dilepaskan ke badan sungai agar aliran sungai tetap terjaga. Selama dibangun dan beroperasi sejak tahun 1985, bendungan tersebut telah berfungsi dengan baik, sebelum bencana longsor Gunung Bawakaraeng di tahun 2004.

 

Imam Aprianto

imamapri07@gmail.com

 

Pertanyaan:

  1. Bagaimana solusi konkret dari pencemaran limbah cair domestik dan industri yang dibuang ke sumber air? (Pertanyaan Sdr. Nadya)

Jawaban:

Solusi terbaiknya adalah mencegah air limbah mencemari sumber daya air. Hal ini dapat dilakukan dengan;

  1. Membuat water treatment plan untuk industri. Agar pada proses akhir ketika akan dibuang ke badan sungai/danau sudah memenuhi standar baku mutu.
  2. Untuk limbah domestik, dapat dibuat dengan IPAL Komunal. Limbah kotoran dari tiap rumah dikumpul dalam suatu IPAL, dimana di dalam IPAL Komunal itu berisi sejumlah bakteri yang berfungsi untuk mengurai kotoran tersebut. (Jawaban dari Kanda Jumran)

Jika bahan pencemar sudah terlanjur masuk ke badan sungai, maka dapat direkayasa suatu terjunan kecil pada sungai. Terjunan ini adalah wujud dari prinsip aerasi, dimana kandugan kimia air akan berkurang akibat teroksidasi oleh oksigen dari udara bebas. (Jawaban dari Imam)

  1. Apa solusi untuk mengatasi Intrusi Air laut ketika air laut sudah terlanjur mencemari air tanah? Selain metode reverse osmosis karena biayanya yang mahal (Pertanyaan dari Sdr. Nisa)

Jawaban:

Sebenarnya ada lagi satu metode yang lebih murah dibandingkan RO untuk mengubah air laut menjadi air tawar. Yaitu metode destilasi. Prinsipnya sederhana, memanaskan air laut lalu mengambil air uapnya yang telah menjadi tawar. Tapi, juga cenderung kurang efektif. Jadi Solusi terbaiknya adalah mencegah intrusi air laut itu sendiri. Salah satu caranya ialah dengan menanam tanaman Mangrove. (Jawaban dari Imam)

  1. Bagaimana cara mencegah Land Subsidence/Penurunan Level Muka Tanah di wilayah komersil? Seperti yang kita ketahui daerah komersil menggunakan air tanah dengan jumlah yang banyak untuk keperluannya. Sehingga sangat berpotensi terjadinya penurunan muka tanah di wilayah tersebut. (Pertanyaan dari Sdr. Wahid)

Jawaban:

Setahu saya, sudah ada beberapa hotel/perusahaan komersil di Makassar yang mempunyai unit pengolahan air tersendiri. Jadi, air limbahnya diolah, untuk dimanfaatkan kembali. Prosesnya berlangsung terus menerus. Ketika menjadi air limbah, diolah kembali lagi menjadi air bersih, sehingga tidak perlu lagi banyak-banyak menggunakan air tanah sebagai sumber airnya (Jawaban dari Sdr. Dwici)

Permasalahan ini bisa dianalogikan seperti masalah pencemaran udara. Untuk mengatasi pencemaran udara pada suatu industri, pada umumnya dilakukan penanaman pohon. Satu pohon dianalisis, seberapa besar kemampuannya untuk menyerap bahan pencemar udara, dan seberapa luas wilayah jangkauannya. Hal ini menjadi rujukan untuk menghitung seberapa banyak pohon yang akan ditanam, untuk mengatasi polusi udara dari suatu kegiatan industri. Sama halnya dengan permasalahan penurunan level muka tanah. Tapi, dalam hal ini, untuk mengatasinya maka dibuatlah suatu biopori. Satu biopori dianalisis, seberapa banyak air yang terserap. Hal tersebut menjadi rujukan bagi suatu perusahaan komersil untuk menghitung, seberapa banyak biopori yang akan dibuat dan seberapa air yang terserap, agar tidak terjadi penurunan level muka tanah. (Jawaban dari Kanda Ardi)

 

Problematika Masyarakat Modern Kota Makassar

9 Mar

Status Ruang terbuka Hijau Kota Makassar

maks

Bismillahirrohmanirrohim, Semoga dapat menambah khazanah pengetahuan teman-teman pembaca”

~~

Antara manusia dan lingkungan hidup terdapat suatu interaksi yang berlangsung secara terus menerus dan merupakan suatu proses yang alami. Interaksi tersebut berlangsung dikarenakan manusia membutuhkan daya dukung lingkungan dalam menjalani proses kehidupannya. Misalnya, udara untuk bernafas, air untuk diminum, makanan sebagai sumber energi, dan sebagainya. Semua kebutuhan-kebutuhan manusia tersebut telah disediakan oleh alam.

Dalam interaksi tersebut nampaklah dua sifat manusia. Yang pertama adalah sebagai makhluk biologis. Sebagai makhluk biologis manusia merasakan lapar dan dahaga. Yang kedua adalah sebagai makhluk budaya. Ditinjau dari sifat manusia sebagai makhluk budaya, manusia memiliki kebutuhan yang begitu kompleks, seperti kebutuhan akan kekuasaan, kekayaan, pengetahuan, perasaan puas, dan sebagainya.

Manusia sebagai makhluk budaya pun terbagi lagi menjadi dua. Yang pertama adalah manusia primitif. Sifat primitif disini berarti manusia berhubungan secara langsung dengan lingkungan. Makan dan minum langsung dari alam, bergantung pada jenis dan jumlah yang tersedia di alam, dan membuka ruang untuk pemukiman dengan secukupnya saja. Yang kedua adalah manusia modern (Mukhlis Akhadi, 2009). Manusia modern adalah manusia yang telah dibekali oleh ilmu pengetahuan dan teknologi sehingga memiliki kemampuan untuk memodifikasi lingkungannya sesuai dengan taraf hidup/sosialnya. Dengan ilmu pengetahuan yang dimiliki gunung pun dapat dibelah untuk selanjutnya dijadikan jalan bebas hambatan, mereklamasi pantai untuk dijadikan salah satu destinasi wisata modern dengan segala fasilitasnya, mengubah wilayah yang sebelumnya adalah hutan menjadi suatu wilayah kota yang modern, kompleks perindustrian, dan sebagainya.

Status RTH Kota Makassar

Kota Makassar adalah salah satu kotabesar di Indonesia. Padat penduduk, pusat kegiatan pemerintahan, industri, pendidikan,dan sosial di Provinsi Sulawesi Selatan.Perkembangan kota yang sangat pesat disebabkan oleh dinamika penduduk, perubahan sosial ekonomi, dan urbanisasi. Pertumbuhan penduduk kota yang tidak terkendali menyebabkan munculnya aktivitas pembukaan lahan untuk pemukiman. Kebutuhan ruang meningkat untuk mengakomodir kebutuhan-kebutuhan penduduk kota. Meningkatnya jumlah permintaan akan ruang kota, mengakibatkan kemerosotan kualitas lingkungan.

Rencana tata kota yang telah dibuat pun tidak mampu menghentikan alih fungsi lahan di wilayah perkotaan sehingga Ruang Terbuka Hijau (RTH) semakin terancam keberadaannya. Lahan yang semula adalah RTH dikonversi menjadi lahan pemukiman ataupun infrastruktur kota. Fungsi RTH sebagai penyeimbang antara lingkungan alam dan lingkungan binaan dikesampingkan. Kebanyakan pandangan masyarakat modern kota bahwa estetika kota terletak pada pembangunan yang pesat, fasilitas yang modern. Hanya minoritas yang berpikir bahwa estetika kota juga terletak pada kondisi RTH-nya, Jumlah RTH-nya, Jumlah taman-taman kotanya, dan sebagainya. Dari segi estetika kota, aspek pembangunan perkotaan lebih dicondongkan daripada aspek planologisnya.

Hal ini bisa dibuktikan. Pengetahuan akan RTH, manfaat, serta lokasinya di kota makassar masih jarang yang mengetahuinya. Saya pribadi beberapa kali bertanya kepada teman-teman mahasiswa, banyak yang belum tahu mengenai hal tersebut. Padahal, pengetahuan mengenai RTH termasuk pengetahuan umum, dan semestinya diketahui oleh semua kalangan. Sama seperti pengetahuan akan politik terkini yang rajin kita diskusikan, sama seperti kabar sepakbola yang sering kita perbincangkan. Bahkan, ada beberapa yang tidak menyadari bahwa Areal Kampus Unhas Tamalanrea merupakan salah satu RTH terbesar yang ada di Kota Makassar.

Status Ruang Terbuka Hijau Kota Makassar Tahun 2010, SLH Ekoregion Sulawesi (BUKA DISINI)

UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang mengamanatkan perencanaan tata ruang wilayah kota harus memuat rencana penyediaan dan pemanfaatan RTH yang luas minimalnya sebesar 30% dari luas wilayah kota. RTH di perkotaan terdiri dari RTH Publik dan RTH privat dimana proporsi RTH pada wilayah perkotaan adalah sebesar minimal 30% yang terdiri dari 20% RTH publik dan 10% terdiri dari RTH privat.

Jika dilihat dari rekapitulasi jumlah RTH yang berada di Kota Makassar tahun 2010, maka RTH yg tersedia tidak mencukupi atau tidak mencapai presentase 20% dari UU No. 26 Tahun 2007. Kondisi terkini, tahun 2016, Kota Makassar makin berkembang, baik dari segi pembangunan, pertumbuhan penduduk, maupun dari segi lainnya. Usaha-usaha perindustrian dan jasa makin bertambah, otomatis laju urbanisasi kian melonjak.

Lahan merupakan sumber daya yang tidak dapat diperbaharui, Kota Makassar luasnya akan tetap,tidak akan bertambah. Sehingga, untuk mengakomodir kebutuhan penduduk yang semakin melonjak di tahun 2016 ini salah satu jalannya adalah dengan membuka lahan. Jadi, kemungkinan presentase RTH Kota Makassar tahun 2016 ini makin menurun.

Proporsi 30% merupakan ukuran minimal untuk menyeimbangkan ekosistem kota, kualitas udara kota, maupun sistem hidrologi kota. Namun, untuk mencapai proporsi tersebut, terkadang dilalui dengan cara yang sulit. Menggusur bangunan untuk dijadikan RTH tidak semudah bermain bongkar pasang. Mesti ada lobi-lobi ke masyarakat yang bersangkutan agar tidak terjadi chaos. Lihat saja begitu kompleksnya permasalahan penggusuran wilayah Kalijodo oleh Gubernur DKI Jakarta.

~~

Tentunya ada acara untuk mengatasi kekurangan RTH di perkotaan. Jika RTH Publik tidak mencukupi proporsi 20% sesuai dengan aturan, maka RTH privatlah yang perlu ditingkatkan jumlahnya. Setiap penduduk yang memiliki unit rumah, menyediakan lahan kosong/taman sebanyak 10% dari luas tanah total rumah. Dengan cara itu, aspek-aspek ekologis di perkotaan diharapkan menjadi lebih baik.

Tapi, lain lagi fakta yang ada. Hampir seluruh pemukiman yang ada di Kota Makassar adalah pemukiman padat. Luas tanah untuk sebuah rumah dimanfaatkan semaksimalnya untuk memperluas bangunan rumahnya. Ada juga yang menutup lahan terbukanya untuk dibuatkan garasi, toko-toko kelontong, dan sebagainya. Contoh konkretnya, lihat saja rumah-rumah yang berada di Perumahan Bumi Tamalanrea Permai (BTP), Kompleks Hartaco Jl. Dg. Tata, Perumnas Antang, dan masih banyak lagi.

f

Foto Kondisi Salah Satu Rumah di Kota Makassar

Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan RTH yang semakin menipis, partisipasi masyarakat sangat dibutuhkan. Masyarakat dapat bertindak sebagai penyedia RTH privat atau sebagai pengawas untuk mengawal kegiatan-kegiatan pembangunan yang rentan terjadinya penyimpangan pemanfaatan ruang. Pemerintah pun diharapkan bisa menjadi fasilitator yang baik dengan memanfaatkan potensi lahan yang ada. Dengan kerjasama yang baik antara pemerintah dan masyarakat, tidak ada kata pesimis untuk memperluas RTH Kota Makassar menjadi 20%, mengingat peran RTH sangat penting. Selain menambah keelokan kota dari segi estetikanya, juga untuk mewujudkan Kota Makassar sebagai kota yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.

Author: Imam Aprianto (Imamapri07@gmail.com)

PENGUMUMAN ANGGOTA BARU KOPHI SULSEL 2016

16 Feb

HOAAA!!!!

SALAM LESTARI! SALAM PEMUDA! SALAM SAHABAT KOPHI!

Maaf-maaf capslock semua. Soalnya, admin sudah tidak sabar mengumumkan para peserta yang lolos seleksi wawancara Kophi Sulsel 2016 nih. Yap! Yap! Betul sekali. Sekarang adalah pengumuman anggota baru Kophi Sulsel 2016! Horee.

Udah gak sabar?

Yuk intip nama kalian dibawah ini! *Semoga lulus yaa >,<

HOOHOII

Nah itulah nama-nama yang berhasil bergabung dengan keluarga besar Kophi Sulsel! Selamat ya! Bagi kalian yang belum lulus, jangan sedih.. coba lagi di pendaftaran Kophi Sulsel 2016 selanjutnya.

Sekali lagi, Selamat buat yang lulus! Selamat bergabung dan Selamat Berkarya! Semoga kalian bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk mengasah dan mengembangkan potensi diri kalian di Kophi khususnya dalam bidang lingkungan yaa.

Salam lestari ^.^

 

PENGUMUMAN SELEKSI ANGGOTA TAHAP I

5 Feb

Salam Lestari!

Selamat buat kalian yang lulus seleksi anggota KOPHI Sulsel 2016 tahap 1. Selanjutnya kalian akan mengikuti tes seleksi wawancara yang akan dilaksanakan pada 7-8 Februari 2016 di Benteng Fort Rotterdam Makassar pada pukul 9:00 WITA (jangan ngaret, hihi). Nah, Berikut nama-nama peserta yang lulus :

1-40

41-80

Buat kalian yang namanya terdaftar di nomor urut 1-40, wawancaranya dilakukan pada tanggal 7 Februari 2016, sedangkan yang namanya tercantum di nomor urut 41-80, wawancara kalian dilakukan pada 8 Februari 2016. Jangan lupa bawa pass foto 3×4 (2 lembar) kalian yang terbaik, jangan sampai telat dan jangan salah jadwal ya!

Selamat!

PENDAFTARAN TERBUKA KOPHI SULSEL & KOPHI SULTENG 2016

18 Jan

This slideshow requires JavaScript.

Halo pemuda hijau! Saatnya bagi kamu untuk bergabung bersama Kophi Sulsel dan Kophi Sulteng. Caranya gampang! Unduh formulirnya pada tulisan dibawah ini:

Formulir Calon Anggota Kophi Sulsel

Formulir Calon Anggota Kophi Sulteng

Ketentuan dan Syarat Pendaftaran:

  1. Pemuda/i berkewarganegaraan Indonesia berumur 17-30 tahun
  2. Bersedia untuk terlibat dalam program jangka panjang KOPHI sebagai anggota KOPHI Sulsel / KOPHI Sulteng
  3. Aktif dalam organisasi
  4. Sehat jasmani dan mental dan bersedia patuh pada ketentuan umum yang berlaku
  5. Berdomisili di Provinsi Sulawesi Selatan atau Sulawesi Tengah
  6. Mau berkomitmen dalam kegiatan dan kepengurusan KOPHI Sulsel / KOPHI Sulteng

Pendaftaran diperpanjang hingga tanggal 3 Februari 2016. Pengumuman bagi peserta yang lulus administrasi akan diberitahukan  lewat sms dan web KOPHI SUL-SEL pada 5 Februari 2016. Dan hal-hal mengenai tahap ke-2 bagi yang lolos akan diberitahukan setelah pengumuman peserta yang lolos administrasi.

Nah, tunggu apalagi? Segera daftarkan dirimu! Ajak teman dan tetanggamu juga ya.. Salam hijau! Salam Lestari!

INFORMASI

Phone               : 085346247634 (Rara) / 085397187778 (Ayna)

Email                : kophisulsel@gmail.com

Website             : https://kophisulsel.wordpress.com

Facebook         : https://www.facebook.com/kophi.sulsel

Twitter               : @KOPHISULSEL

RAPAT KERJA #1 KOPHI SULSEL

4 Jan

SIARAN PERS

RAPAT KERJA PERTAMA KOPHI SULSEL PERIODE 2015/2017

1451917088027[1]

Makassar, 4 Januari 2016-Rapat Kerja merupakan agenda wajib dari sebuah organisasi untuk menentukan hal-hal yang akan dikerjakan selama periode kepengurusan berlangsung, tak terkecuali Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Sulawesi Selatan. Rapat kerja atau Raker KOPHI Sulsel pertama dalam periode kepengurusan 2015/2017 diadakan pada Sabtu, 2 Januari 2016, bertempat di Kedai Pojok Adhyaksa.

Rapat Kerja yang dihadiri oleh ketua umum Kophi periode 2015/2017, sekretaris umum, bendahara umum, ketua dan wakil ketua dari masing-masing divisi beserta anggota KOPHI Sulsel lainnya berlangsung dari pukul 13.11 WITA hingga pukul 18.05 WITA.

Selama Rapat kerja berlangsung, masing-masing divisi memaparkan program kerja yang akan dikerjakannya selama periode kepengurusan, setelah itu didiskusikan dalam forum dan disahkan pada akhir rapat kerja. Secara umum, program kerja yang dipaparkan setiap divisi tidak jauh berbeda dari periode sebelumnya, akan tetapi terdapat beberapa inovasi-inovasi baru yang akan dilakukan oleh KOPHI Sulsel kedepannya yang tentunya akan menjadi terobosan baru yang tetap sesuai dengan visi dan misi KOPHI itu sendiri.

Ketua Umum KOPHI Sulsel, Rara, berharap masing-masing divisi nantinya bersedia mengemban amanah secara total yang tercermin dengan bekerja secara maksimal sesuai dengan program kerja dan tugasnya masing-masing demi keberlanjutan KOPHI Sulsel kedepannya.

Selamat bekerja kawan-kawan!

(Oleh: Zarah Arwieny Hanami)

COMING SOON: OPEN RECRUITMENT KOPHI SULSEL & KOPHI SULTENG

27 Dec

Hello, guys! Salam Pemuda!

Kamu ngaku cinta lingkungan?

Kamu ingin belajar/sharing banyak tentang hal-hal berbau lingkungan hidup?

Kamu ingin melakukan aksi nyata untuk lingkungan?

Kamu ingin merasakan atmosfer ditengah-tengah “green” people?

Kamu memiliki komitmen untuk aktif dalam komunitas lingkungan hidup?

Jika YA, kamu lah yang kami cari! Buat kalian, pemuda(i) “hijau” dan berada di region Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah, nantikan Open Recruitment Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) Sulsel dan Sulteng pada Januari-Februari 2016!

Prepare and brace your self to join us!

Salam Lestari!

14512253349301451225332702