Archive | Events RSS feed for this section

Lomba Fotografi Hutan Itu Indonesia

27 Apr

1493311833575

 

  • Latar Belakang

Indonesia sebagai negara pemilik hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia tentu memiliki kekayaan sumber daya alam serta keindahan rimbunan berbagai spesies flora-fauna yang tak ternilai harganya. Namun hanya segelintir masyarakat Indonesia yang memahami dan memaknai arti kehadiran hutan ditengah-tengah hingar bingar kehidupan urban dan globalisasi. Untuk itu, KOPHI Sulsel menyelenggarakan kompetisi Lomba Fotografi dengan tema utama Hutan Itu Indonesia. Tujuan utama yang ingin dicapai yaitu menjadikan kompetisi ini sebagai refleksi diri antara masyarakat Indonesia dengan kondisi hutan di Indonesia serta membuka mata masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Sulawesi Selatan bahwa ada kesinambungan relasi yang menguntungkan antara manusia dan alam apabila manusia dan alam saling menjaga.

  • Tema Kegiatan

Lomba Fotografi “Hutan Itu Indonesia” akan mengusung 5 sub tema viral yang berkaitan dengan situasi dan kondisi hutan di Sulawesi Selatan, yaitu:

  1. Kehidupan Hutan Sulawesi Selatan
  2. Keindahan Hutan Sulawesi Selatan
  3. Hutan dan Budaya Bugis Makassar
  4. Kesejahteraan Petani Hutan di Sulawesi Selatan
  5. Sumberdaya dan Produk Hasil Hutan Sulawesi Selatan

Adapun persyaratan umum dan persyaratan khusus yang wajib dipenuhi oleh peserta adalah sebagai berikut:

Persyatan Umum:

Persyaratan Khusus:

  1. Karya foto yang berasal dari jenis kamera digital, kamera DSLR dan kamera mirrorless (foto berwarna) dalam bentuk softcopy
  2. Tema foto disesuaikan dengan salah satu sub tema lomba
  3. Karya softcopy sudah diformat dengan ukuran  4R-6R, besar file yang dikirim tidak boleh lebih dari 25 MB
  4. Menyertakan nama, nomor handphone, judul foto, tanggal pengambilan gambar, dan lokasi pengambilan gambar bersama karya foto ke email kophisulsel@gmail.com dengan Subject “Lomba Fotografi HII KOPHI Sulsel”. Apabila peserta tidak mencantumkan biodata dengan lengkap dan jelas, maka akan dinyatakan gugur
  5. Dilarang menambahkan tulisan atau gambar apa pun ke dalam karya foto yang dilombakan.
  6. Editing foto diperkenankan hanya sebatas kamar gelap (contras, hue, dodging, burning, saturation, level, curve, noise reduction/dust removing) tidak ada cropping, dan tidak boleh mengubah warna asli
  7. Karya yang dikirimkan tidak pernah dilombakan atau dipamerkan sebelumnya serta tidak boleh menggunakan materi gambar/foto yang melanggar hak cipta
  8. Karya tidak boleh mengandung unsur pornografi, SARA, sadisme atau hal-hal yang bersifat merendahkan atau melecehkan pihak lain
  9. Karya harus asli buatan sendiri dan belum pernah dipublikasikan dalam bentuk apa pun
  10. Keputusan Juri tidak boleh digugat dan bersifat mutlak
  • Pengumuman

Lomba Fotografi Hutan Itu Indonesia akan berlangsung sampai tanggal 10 Mei 2017. Pengumuman akan jatuh pada hari Jumat, 12 Mei 2017 melalui media sosial KOPHI Sulsel dan via SMS kepada para pemenang. Para pemenang akan diundang untuk menghadiri Festival Panrangnuangku Ri Romanga serta hadiah yang akan diberikan kepada para pemenang yaitu

Juara I : Rp2.000.000 + Sertifikat

Juara II : Rp1.500.000 + Sertifikat

Juara III : Rp1.000.000 + Sertifikat

Juara Favorit : Rp500.000 + Sertifikat

SALAM LESTARI

Hutan Itu Indonesia

8 Apr

1490531357958

Hutan adalah bagian dari identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Selain dari fungsi umum yaitu sebagai paru-paru dunia, Hutan Indonesia adalah hutan hujan tropis ke-3 terbesar di dunia. Walau hanya menutupi 1% permukaan bumi, namun keanekaragaman hayati hutan Indonesia terdiri dari 10% spesies flora, 12% spesies mamalia dan 17% spesies burung dari total keanekaragaman hayati hutan dunia. Sebagian dari masyarakat Indonesia umumnya mengenal kurang lebih hanya setengah dari semua spesies hutan Indonesia. Begitu banyak suku-suku di seluruh Indonesia yang mempunyai hubungan budaya dan spiritual yang erat kaitannya dengan hutan, menjadi penjaga hutan misalnya. Sehingga KOPHI ingin mengembalikan istilah “Zamrud Khatulistiwa”. KOPHI ingin hutan menjadi Top of Mind masyarakat Indonesia di masa mendatang.

Sebagai komunitas hijau, KOPHI berkolaborasi dengan KOPHI Provinsi, salah satunya KOPHI Sulsel berinisiatif melakukan aksi pelestarian hutan bertaraf nasional dengan nama Hutan Itu Indonesia. Aksi pelestarian lingkungan bertaraf nasional ini diinisiasikan karena KOPHI menyadari bahwa dengan bersinergi dengan daerah lain dan bergerak bersama-sama akan menghasilkan dampak positif yang lebih besar. Aksi nasional ini akan dilaksanakan di 7 daerah di Indonesia yang terdiri dari berbagai rangkaian kegiatan berbeda di setiap provinsi namun akan mengadakan acara puncak serentak pada tanggal 13 Mei 2017. Tanggal tersebut diambil karena 13 Mei merupakan Anniversary Moratorium Perlindungan Hutan yang ditandatangani oleh Presiden Joko Widodo. Dengan hasil kolaborasi bersama KOPHI Provinsi lainnya, hadirilah event lingkungan terbesar tahun ini

HUTAN ITU INDONESIA

Yang terdiri dari berbagai rangkaian acara berupa:

  • Lomba Fotografi “Hutan Itu Indonesia”
  • Instagram Photo Contest
  • Roadshow & Workshop 5 Kampus “Hutan Itu Indonesia”
  • Festival Panrangnuangku Ri Romanga

 

Mari perluas wawasan anda mengenai pentingnya keberadaan hutan di kehidupan kita. Pantau terus informasi selanjutnya tentang Hutan Itu Indonesia dan raih hadiah menarik di setiap acaranya.

 

SALAM LESTARI

Social Media For Social Good Makassar

22 Mar

IMG_7420

Koalisi Pemuda Hijau Indonesia (KOPHI) bekerjasama dengan Kedutaan Besar Amerika Serikat mengadakan Workshop Social Media for Social Good, yang dikaitkan dengan isu-isu lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Hotel Tree Makassar, pada Sabtu-Minggu (21-22/03/2015).

Social Media for Social Good adalah program kerja Kedutaan Besar Amerika Serikat yang dilaksanakan di beberapa kota di Indonesia yaitu Jambi, Makassar, Bangka, Samarinda, Kupang dan Ternate. Sejauh ini, kegiatan tersebut sudah terlaksana di dua kota yaitu Jambi dan di Makassar.

Pada hari pertama, workshop mengangkat tema pemanfaatan media sosial sebagai media kampanye lingkungan.  “Media sosial bisa menjadi sumber informasi bagi masyarakat khususnya komunitas seperti komunitas lingkungan untuk mengkampanyekan kegiatannya ataupun sebagai sumber edukasi bagi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan,” ujar Mansyur Rahim, Penggiat Sosial Media sekaligus pembicara dalam workshop hari pertama.

Di hari kedua, workshop mengankat tema tentang pengelolaan limbah serta daur ulang sampah. Materi pertama dibawakan oleh Muh.Subhan Anugrah selaku ketua KOPHI SulSel yang membahas mengenai pengelolaan limbah secara umum, kemudian Bapak Muhammad Safri dari PT. Mars Food Indonesia mengenai bagaimana PT.Mars Food Indonesia mengelola Limbah mereka, serta kak Gita Syahrani dari Kreasi Daur Ulang Indonesia yang membahas mengenai pemanfaatan limbah menjadi kreasi yang memiliki nilai jual.

Kegiatan ini diikuti oleh kurang lebih 60 peserta yang sebelumnya telah melewati tahap seleksi. Hadir juga perwakilan dari pusat pengelolaan ekoregion Sulawesi & Maluku, BLHD Kota Makassar, Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Makassar serta Carolina Escalera dari US EMBASSY.

Dari kegiatan ini kami berharap agar kedepannya media sosial tidak hanya digunakan sebagai wadah untuk “curhat”, namun juga dimanfaatkan sebagai wadah untuk kampanye terkait isu-isu lingkungan disekitar kita. Melihat Indonesia merupakan salah satu negara dengan pengguna media sosial terbanyak, maka jelas bahwa kampanye melalui media sosial akan benar-benar sangat efektif.

 

 

Kophi Sulsel dan TreesLife adakan Edukasi dan Penanaman Pohon

24 Nov

Dalam rangka memperingati hari pohon sedunia, Kophi Sulsel dan Treeslife mengadakan edukasi mengenai pohon serta penanaman pohon bersama dengan anak-anak asuh dari komunitas Pecinta Anak Jalanan (KPAJ) dan Biro Anak Asuh. Kegiatan dengan tema “Stop Menebang, Mulai Menanam” ini dilaksanakan pada tanggal 23 November 2014 di pelataran gedung Ikatan Alumni (IKA) Unhas.

Materi pertama dibawakan oleh teman-teman dari TreesLife tentang bagaimana cara penanaman bibit pohon. Dilanjutkan materi kedua oleh teman-teman dari KOPHI Sulsel tentang manfaat-manfaat pohon, serta bagaimana cara menjaga pohon. Setelah pemberian materi, anak-anak dari KPAJ dan Biro Anak Asuh langsung menanam pohon yang didampingi oleh teman-teman Kophi Sulsel dan Treeslife.

Dalam kegiatan ini, adik-adik dari KPAJ dan Biro Anak Asuh sangat antusias. Banyak diantara adik-adik yang sudah paham tentang pentingnya pohon terhadap lingkungan sekitar. Ketika sesi tanya-jawab adik-adik juga sangat antusias, mereka tidak malu untuk menanyakan hal-hal yang mereka tak paham. Bahkan pemateri sering kali kewalahan karena adik-adik ini terus bertanya.

Setelah menaman bibit pohon, 3 adik-adik menyimpulkan bagaimana cara menanam pohon, manfaat-manfaat pohon, dampak jika tidak ada pohon, serta cara untuk menjaga pohon. Ketiga adik ini menyimpulkan dengan baik.

Diakhir kegiatan, anggota Kophi Sulsel, Trees Life, KPAJ dan Biro Anak Asuh melakukan sharing-sharing tentang masing-masing komunitas.

Selamat Hari Pohon Sedunia, “Stop Menebang, Mari Menanam”, #SaveOurForest

 

KOPHI GOES TO SCHOOL : SMK N 2 MAKASSAR DAN SMP N 1 PALLANGGA GOWA

1 Nov

Salam,

Tepat tanggal 1 november 2014, Kophi sulsel mengadakan kegiatan Kophi Goes to School. Tema yang diangkat adalah pemanfaatan sampah organik menjadi kompos. Bentuk kegiatannya berupa materi ruangan dan praktik langsung pembuatan kompos organik dengan menggunakan metode takatura.

Kompos keranjang takatura dipilih karena tidak membutuhkan perlengkapan yang mahal, serta mudah dibuat. Perlengkapan yang dibutuhkan adalah karung, keranjang, baju bekas warna hitam, sekam kayu dan kompos starter.

Kophi Goes To School kali ini, dilaksanakan di dua sekolah berbeda secara bersamaan, yaitu di SMK N 2 Makassar dan SMP N 1 Pallanga Gowa. Teman-teman membagi 2 tim, ada yang ke SMP N 1 Pallangga dan ada yang ke SMK N 2 Makassar. Adik-adik dari SMK N 2 Makassar dan SMP N 1 Pallangga Gowa sangat bersemangat dan antusias.

Kegiatan yang digagas oleh divisi Media dan Komunikasi ini merupakan kegiatan tahunan. Sebelumnya Kophi Sulsel juga pernah membuat kegiatan serupa di SMA N 21 Makassar dengan materi yang berbeda dan tanpa praktik lapangan.

Kedepannya Kophi Sulsel akan melakukan kunjungan seperti ini lagi, di sekolah yang berbeda tentunya.

Salam lestari!!!

Berikut ini adalah foto-foto Kophi Goes To School di SMK N 2 Makassar dan SMP N 1 Pallangga Gowa

 

Lihat foto lengkapnya disini dan disini

Mangrove Planting di PPLH Puntondo Takalar

25 Apr

Dalam rangka memperingati Hari Bumi se-dunia yang jatuh pada 22 April, Kophi Sulsel mengadakan aksi penanaman bakau di Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo Takalar pada tanggal 23 april 2014. Adapun jumlah bibit yang ditanam sebanyak 120 bibit dan diikuti oleh 24 peserta.

Tanaman bakau sendiri memiliki banyak manfaat, misalnya saja menjaga garis pantai dari abrasi air laut jika ditanam di garis pantai dan sebagai penyerap Karbondioksida.

Pada kegiatan ini juga turut serta perwakilan dari komunitas Sobat Bumi Makassar dan Makassar Berkebun. Mereka menyambut baik kegiatan ini. “kami sangat senang dengan ajakan Kophi Sulsel ini, selain menanam, ini juga sekaligus Ecowisata”, Ujar Farah dari Sobat Bumi Makassar.

Kophi Sulsel sendiri memang sengaja memilih lokasi di PPLH Puntondo karena disana kita dapat belajar banyak tentang lingkungan dan bagaimana contoh-contoh penerapan pengelolaan lingkungan yang sederhana dan praktis.

“Kegiatan ini adalah kegiatan pertama kami dalam menanam bakau, semoga kedepannya masyarakat umum turut bepartisipasi dalam penanaman dengan bibit yang lebih banyak tentunya”, kata Subhan selaku ketua Kophi Sulsel.

 

KOPHI QUICK SOLUTION

24 Feb

Salam,

Kophi Quick Solution adalah salah satu bentuk kepedulian Kophi Sulsel terhadap masyarakat yang memiliki kondisi lingkungan  buruk. Kophi Sulsel mencoba memberikan penanganan cepat dan memberikan solusi teknologi tepat guna dalam menyelesaikan permasalahan yang ada.

Dimulai dengan melakukan survey di beberapa lokasi yang diduga memiliki kondisi lingkungan  buruk. Tim Survey sepakat bahwa lokasi yang dipilih berada di Jl.galangan kapal Rt.3 Kel.Kaluku Bodoa Kec. Tallo. Dengan alasan kurangnya air bersih dan sampah yang menumpuk serta drainase yang buruk.

Di lokasi tersebut, air PDAM sudah 3 bulan mampet, sedangkan warga tetap membayar biaya beban sebesar Rp. 35.000-40.000. Warga sekitar sudah beberapa kali demo, namun pihak PDAM hanya menyuruh untuk bersabar. Entah sampai kapan warga harus bersabar?.

Untuk memenuhi kebutuhan airnya, warga harus membeli dengan harga Rp 5.000 per gerobak, yang digunakan untuk sehari. Selain itu, sebagian warga pun memanfaatkan sumur yang ada, mesikpun tidak berbau air sumur tersebut tidak layak untuk diminum karena keruh.

Permasalahan lain yang ada di lokasi adalah buruknya kondisi drainase. Kondisi drainase tersumbat oleh sampah. Hal ini menyebabkan seringnya terjadi banjir. Menurut warga sekitar, walaupun hujan hanya 1 jam, air langsung menggenangi beberapa titik daerah setempat.

Selain itu, ada sebuah tanah kosong yang menjadi tempat penumpukan sampah. Sampah-sampah tersebut tidak pernah diangkut oleh truk sampah sehingga menumpuk.

Melihat kondisi-kondisi tersebut, Kophi Sulsel melalui Kophi Quick Solution, mengadakan sosialisasi penanganan banjir, pembuatan sistem penamanenan air hujan (SPAH) dan lubang resapan biofori pada hari sabtu dan minggu (22-23/2/2014). Warga menyambut baik aksi Kophi Sulsel ini.

Pembuatan SPAH diharapkan mampu menjadi solusi permasalahan kekurangan air bersih. Jika tidak hujan, maka air sumur pun dapat dimasukan ke SPAH. Kophi Sulsel juga mengajak warga RT 3 untuk gotong royong membersihkan drainase yang tersumbat. Permasalahan drainase ini merupakan hal yang kompleks dan tidak bisa diselesaikan hanya dengan membersihkan di satu titik tertentu, oleh karena itu Kophi Sulsel berharap timbul kesadaran masyarakat lain untuk menjaga kondisi drainasenya.

Kophi Sulsel mengucapkan terimakasih banyak kepada teman-teman yang telah mengabdikan dirinya untuk masyarakat dan kepada warga Kel.Kaluku Bodoa yang menyambut baik kegiatan ini.

Semoga kegiatan ini tidak hanya sampai disini.

#SALAMLESTARI !