Archive | May, 2016

Memahami Lebih Jauh : Hari Tanpa Tembakau Sedunia

31 May

Pagi ini seperti biasa aku sudah siap untuk menuntut ilmu. Kemeja, jeans, dan tas selempang sudah rapih melekat di tubuhku dengan sentuhan minyak wangi yang membuat ibu-ibu tetangga menggoyangkan hidung mereka jika aku lewat nanti.

Setelah berdiri di pedestrian jalan cukup lama, akhirnya mobil merah berplat kuning yang kami sebut dengan pete-pete atau di belahan Indonesia lain menyebutnya angkutan kota berhenti di hadapanku sambil membunyikan klaksonnya tak lupa sopirnya membujuk dengan kalimat persuasif nan ampuh, “Langsung jalan.. langsung jalan..”

Karena dikejar waktu, aku langsung melompat naik ke kursi penumpang pete-pete.

“Uhuk…uhukk..” refleks saja aku terbatuk begitu duduk manis. Wewangian yang tadi kupakai rasanya sudah menguap di udara bebas dan digantikan dengan bau tembakau terbakar dengan asap mengepul yang mengisi sebagian pete-pete.

Aku menengok ke kanan dan ke kiri mencari si biang kerok, seluruh penumpang yang hampir seluruhnya anak kuliahan dan anak-anak pun sudah menutup hidung mereka sambil sesekali mengipas-ngipas udara kosong agar terhindar dari kepulan asap. Di ujung kursi aku melihat, seorang pria paruh baya tengah asik mengisap sebatang rokok sambil membuang muka. Seolah-olah tak peduli akan nasib generasi bangsa yang Ia racuni..

***

Cerita di atas merupakan potret kisah pilu pengguna transportasi umum di kota Makassar, dimana seharusnya diberikan kenyamanan, justru malah harus menanggung beban menjadi perokok pasif karena penumpang lainnya yang tidak paham akan bahaya asap rokok. Padahal, dalam Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pasal 115 ayat 1 menyebutkan bahwa salah satu kawasan tanpa rokok adalah Angkutan Umum.

Tetapi, sepertinya refleksi Undang-undang tersebut belum tercermin dari perilaku masyarakat yang masih sering merokok di tempat umum. Bukan hanya penumpang, tetapi sopir pun kadang menjadi biang kerok sumber polusi asap rokok di kendaraan umum. Padahal, selain melanggar hak asasi manusia, merokok juga mengancam kesehatan dan lingkungan bahkan  hak hidup atas setiap warga negara.

Survei yang diadakan oleh Yayasan Jantung Indonesia tahun 1990 yang dikutip oleh Saifuddin Azwar  mengatakan bahwa “pada anak-anak berusia 10-16 tahun sebagai berikut : angka perokok <10 tahun (9%), 12 tahun (18%), 13 tahun (23%), 14 tahun (22%), dan 15-16 tahun (28%). Mereka yang menjadi perokok karena dipengaruhi oleh teman-temannya sejumlah 70%, 2% diantaranya hanya coba-coba. Selain itu, menurut data survei kesehatan rumah tangga 2002 seperti yang tercatatat dalam koran harian Republika tanggal 5 juni 2003, menyebutkan bahwa jumlah perokok aktif di Indonesia mencapai 75% atau 141 juta orang. Sementara itu, dari data WHO jumlah perokok di dunia ada sebanyak 1,1 miliar orang, dan 4 juta orang di antaranya meninggal setiap tahun.”

Bukan hanya merugikan sang perokok, tetapi rokok juga merugikan orang yang terkena paparan asap rokok.  Dalam asap rokok terdapat sekitar 4000 senyawa kimia, termasuk diantaranya 70 bahan yang diketahui atau memiliki kemungkinan bersifat karsinogen bagi manusia. Dampak kesehatan dari kecanduan tembakau yang didalamnya termasuk rokok meliputi : berbagai jenis kanker seperti kanker mulut dan paru, penyakit jantung, stroke dan masalah vaskular lainnya, penyakit dan masalah pernafasan seperti penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) dan sulit bernafas, serta komplikasi reproduksi seperti keguguran dan kemandulan. Coba bayangkan jika ibu hamil dan anak-anak yang merupakan penerus masa depan bangsa dijejali dengan asap rokok oleh-oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. Sangat disayangkan, bukan?

Pertumbuhan rokok Indonesia pada periode 2000-2008 adalah 0.9 % per tahun. WHO pun mengingatkan bahwa rokok merupakan salah satu pembunuh paling berbahaya di dunia. Pada tahun 2008, lebiih 5 juta orang mati karena penyakit yang disebabkan rokok. Ini berarti setiap 1 menit tidak kurang 9 orang meninggal akibat racun pada rokok. Angka kematian oleh rokok ini jauh lebih besar dari total kematian manusia akibat HIV/AIDS, tubercolis, malaria dan flu burung.

Asap rokok juga dapat mencemari udara dengan lebih dari 69 bahan kimia penyebab kanker, termasuk tar, arsen, benzena dan kadmium. Berikut ancaman rokok terhadap kerusakan lingkungan hidup, yang disampaikan oleh Mochamad Zamroni – aktivis Tunas Hijau (dalam theklc.wordpress.com), diantaranya :

1.      Puntung rokok membutuhkan waktu 1,5 – 2,5 tahun untuk terurai dalam tanah
2.      Puntung rokok dapat terurai di air tawar sekitar satu tahun dan dapat terurai di air laut/air asin sekitar lima tahun.
3.      Diperkirakan 4,5 trilliun puntung rokok dibuang tidak pada tempatnya (sembarangan) setiap tahun di seluruh dunia
4.      Pada tahun 2005, sekitar 24 milliar rokok terjual di Australia. Dari jumlah ini sekitar 7 milliar puntung rokok dibuang sembarangan
5.      Sekitar 100.000 ton polusi udara  dihembuskan oleh perokok di New South Wales, Australia setiap tahunnya
6.      Menurut survei yang dilakukan oleh Tunas Hijau pada tahun 2005, 39 dari 40 perokok di Jawa Timur membuang puntungnya di sembarangan tempat.
7.      Satu puntung rokok dapat tetap menyala selama tiga jam dan menyebabkan kebakaran rumput dan semak-semak
8.      Lebih dari 4500 kebakaran setiap tahun terjadi dunia yang disebabkan oleh rokok dan material perokok
9.       Puntung rokok mungkin terlihat kecil, tetapi dengan estimasi 4,5 trilliun puntung rokok yang dibuang sembarangan di seluruh dunia setiap tahun, maka bahan-bahan kimia berbahaya pun sangat meningkat.
10.  Puntung rokok mengandung bahan kimia berbahaya seperti cadmium, arsenic dan timah yang secara parsial dilepaskan ke udara selama proses merokok yang menambah menurunkan kualitas udara sekitar.
11.  Ketika puntung-puntung rokok dibuang, angin dan hujan membawanya ke saluran air. Kimia beracun yang dikandungnya kemudian dilarutkan pada ekosistem air dan mengancam kualitas air dan kehidupan air.
12.  Puntung rokok menjadi salah satu isu penting dari jenis sampah yang dibuang sembarangan. Permasalahan sampah ini terus meningkat dengan adanya peraturan pemerintah yang melarang aktivitas merokok di dalam ruangan seperti restoran, perkantoran dan fasilitas umum.
13.   Setelah dibuang, puntung rokok yang masih menyala bisa bertahan hingga 3 jam. Dengan 4000 bahan kimia beracun yang dikandungnya, maka hampir tiap detik selalu ada racun yang dilepaskan
14.  Burung dan hewan-hewan laut sering menganggap puntung rokok sebagai makanannya, yang mengakibatkan rusaknya saluran pencernaan makanan dan kematian. Di seluruh dunia puntung rokok sering ditemukan di perut burung-burung yang mati muda, kura-kura dan hewan laut lainnya
15.  Permasalahan serius lainnya adalah bahan beracun kadmium dan timah yang dikandung puntung rokok dapat larut semuanya setelah puntung rokok tersebut berada di air selama satu jam.

Selain mencemari lingkungan dan merugikan kesehatan manusia, cukai rokok menyumbang lebih dari 60 trilliun rupiah setiap tahunnya yang tidak sebanding dengan biaya perawatan kesehatan yang dikeluarkan akibat dampak rokok yaitu sebesar tiga kali lipatnya.

1464697406349

Pada hari ini, 31 Mei 2016 diperingati sebagai Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. Hari Tanpa Tembakau Sedunia pertama kali diperkenalkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 31 Mei 1989 untuk mendorong kesadaran masyarakat di seluruh dunia agar mengurangi atau menghentikan konsumsi tembakau dalam bentuk apapun. Perayaan ini sekaligus bertujuan untuk menarik perhatian masyarakat global untuk menyebarkan pesan tentang efek berbahaya penggunaan tembakau dan dampaknya terhadap orang lain.

Tema yang diusung oleh WHO untuk memperingati hari tanpa tembakau sedunia tahun 2016 ini adalah “Bersiaplah untuk Kemasan Polos” dengan tujuan untuk mengurangi ketertarikan terhadap produk tembakau. Menurut WHO, hal tersebut penting untuk mengurangi daya tarik produk tembakau, membatasi penggunaan kemasan tembakau sebagai bentuk iklan dan promosi, pelabelan dan kemasan yang menyesatkan, serta mengefektifkan peringatan bahaya kesehatan.

Australia menjadi negara pertama yang telah mengimplementasi kemasan polos produk tembakau pada tahun 2012. Sejumlah negara termasuk Irlandia, Inggris dan Perancis telah meresmikan hukum untuk mengimplementasikan kemasan polos dan tengah memasuki tahap pertimbangan untuk mengimplementasikannya.

Bagaimana dengan Indonesia? Semoga Indonesia juga segera mengimplementasikan kemasan polos rokok tersebut. Selain itu, semoga masyarakat Indonesia juga lebih paham tentang “Merokok Pada Tempatnya” sehingga kerugian akibat asap rokok bisa direduksi seminimal mungkin.

Selamat Hari Tanpa Tembakau Sedunia! Salam lestari!

[zah]

Sumber:

Prasetya, Lukyta Dwi. 2012. Pengaruh Negatif Rokok bagi Kesehatan di Kalangan Remaja [pdf]

Saifuddin Azwar. 1997 Reabilitas dan Validitas. Yogyakarta. Pustaka Pelajar. Hal 19.

http://nationalgeographic.co.id/berita/2016/05/hari-tanpa-tembakau-sedunia-2016-bersiaplah-untuk-kemasan-polos

http://dewirokhmah.blogspot.co.id/2016/05/memperingati-world-no-tobacco-day-1-mei.html

https://theklc.wordpress.com/2014/01/12/pengaruh-rokok-terhadap-kerusakan-lingkungan-hidup/

 

 

 

 

 

Advertisements